mediawininvestigasi.com
KARAWANG, 15 Oktober 2026 — Meskipun pihak kepolisian belum merilis penyebab pasti kebakaran yang melanda kantor ATR/BPN Karawang pada Rabu (14/10/2026) sekitar pukul 22.54 WIB, namun dugaan adanya unsur sabotase mulai mengemuka dari berbagai kalangan.
Kecurigaan ini muncul menyusul maraknya persoalan pertanahan yang belakangan hangat di wilayah Karawang. Tercatat beberapa kali aksi demonstrasi warga ke kantor ATR/BPN Karawang, antara lain Serikat Pekerja Tani Karawang (SEPETAK) pada 8 September 2026,
Serikat Tani Karawang (SETAKAR) pada 24 September 2026 yang menuntut penghentian perpanjangan SHGB di kawasan KIIC, hingga aksi warga Poponcol, Kelurahan Karawang Kulon pada 7 Oktober 2026 yang menagih kepastian penyerahan Sertifikat Hak Milik melalui program PTSL sejak tahun 2025.
Asep Agustian, S.H., M.H., praktisi hukum dan pengamat kebijakan, menyampaikan kecurigaannya terkait peristiwa ini.
“Meski belum ada keterangan resmi dari kepolisian, saya pribadi tidak yakin kebakaran ini murni akibat korsleting listrik. Justru saya menduga ada unsur kesengajaan berupa sabotase. Pasalnya saat ini banyak kelompok masyarakat yang sedang menyoroti kasus-kasus pertanahan di ATR/BPN Karawang,” ujarnya, Kamis (15/10/2026).
Asep Agustian yang akrab disapa Askun sekaligus Ketua DPC Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Karawang, meminta pihak kepolisian menyelidiki peristiwa ini secara jeli, profesional, dan transparan, termasuk meneliti rekaman CCTV yang ada di lokasi.
“Saya minta penyidik bekerja lebih teliti. Insiden ini terjadi di saat dugaan mafia tanah di Karawang semakin disorot, persis seperti yang terjadi di Kabupaten Bogor yang telah diungkap KPK dengan menetapkan lima tersangka.
Apalagi diketahui Kepala ATR/BPN Karawang saat ini sulit ditemui oleh warga maupun awak media. Jangan sampai kebakaran ini justru menjadi sarana untuk menghilangkan barang bukti kasus pertanahan,” tegas Askun.
Sebelumnya, kebakaran telah menghanguskan sebagian besar lantai dua gedung kantor ATR/BPN Karawang. Titik awal kebakaran diduga berasal dari lantai dua tersebut dan hingga saat ini belum dapat dipastikan penyebab pastinya. Kasus ini saat ini masih dalam tahap penyelidikan Polresta Karawang.
DARSA / red






